Nasehat Untuk Praktisi Terapi Lintah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk seluruh keluarga praktisi terapi lintah,

ilmu terapi dengan media lintah ini sangat unik, alami, sederhana namun mutakhir. Dalam kajian empiris serta keilmiahannya perlu kita pelajari secara bertahap dan mendalam. Begitu unik dan kompleksnya keilmuan metode terapi lintah ini, maka kita tidak cukup jika hanya mempelajari terkait patologinya saja, yang selama ini kita dapati, yang mohon maaf sekiranya “seolah – olah telah mencerahkan keilmuan tentang metode terapi lintah ini”.

Namun sesungguhnya belum tepat pada sasarannya, karena pemahaman terapi dengan media lintah harus dibenarkan dahulu, bahwa lintah adalah  “ALAT ” bukan dokter penyembuh bagi berbagai macam jenis penyakit dan keluhan pasien/klien. Pemahaman yg kurang tepat ini menyebabkan kita sering melakukan tindakan yang kurang tepat, seperti menambah jumlah lintah pada tindakan ke klien/pasien, padahal belum tentu dengan menambah jumlah lintah, pasien mendapatkan manfaat yg tepat dari lintah tsb. Atau apabila pasien tidak sembuh kita mempermasalahkan karena ukuran lintah yg kurang besar misalnya.

Hal ini adalah tindakan yg sangat kurang tepat scientifiknya sangat luas dan mendalam, bisa dipahami bila kita mempelajarinya bukan hanya melalui tulisan di media tapi harus ada tatap muka agar kita menerima ilmu itu tidak setengah2 atau sebagian2, terpotong – potong,  sehingga menimbulkan ketidak pahaman dan salah mengartikan yang berakibat pada pengambilan tindakan yg tidak/ kurang tepat. Kita harus mentahui target jangka pendek dan jangka panjangnya. Target jangka pendek bagaimana kita membantu mengatasi masa kritisnya terlebih dulu. Target jangka panjang bagaimana klien bisa melalui masa kritis dan mendapatkan perawatannya hingga menuju pemulihan kesehatannya. Dan bagaimana memahami sirkulasi darah yang terstagnasi, yang dalam hal ini sangat erat kaitannya dg ilmu fisika cara kerja jantung sebagai mekanik alat pompa darah ke seluruh tubuh.

Lalu apa yg terjadi secara grafitasi jika darah itu berada di kaki yangg jauh dari alat pompa darah? maka darah yang dipompa sangat berat hingga jantung kepayahan bekerja. Seringkali kita temui kesimpang-siuran dalam pemahaman yg menyangkut dengan lintah sebagai “MEDIA” pada metode pengobatan terapi lintah.

Semoga sedikit yang saya paparkan beberapa hal diatas yang menyangkut hakekat dan faedah terapi lintah, dapat menambah pemahaman kita tentang dunia terapi dengan MEDIA lintah ini kepada para medis. Dengan Hormat saya mengajak, mari kita saling mendukung dan melengkapi berbagi pemaparan kajian ilmiah terkait dengan pengobatan metode lintah ini dalam kegiatan nyata, kita semua saling bahu membahu dan jangan merasa lelah dan lengah untuk terus berinovasi, agar terapi lintah ini dapat terus ber kredibilitas di mata masyarakat.

Seperti nasehat seorang motivator:  “Apabila kita bersibuk ria mengurusi urusan orang banyak dan berbagi manfaat untuk orang banyak, maka Allah pun mengurusi semua kebutuhan keluarga kita dan dimudahkan dalam segala hal”.

Semoga Alloh Subhanallahu ta’ala memberi kita keluasan hati, saling berbagi, saling menerima ilmu Nya, dan menjalankan keilmuan itu untuk pemanfaatan bagi sebanyak2 ummat manusia

Hormat Saya

T. Guharto

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *